KPOTI Sumut Nobatkan Istri Gubsu Sebagai Bunda Permainan Rakyat

Medan- Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumut bersilaturahmi ke Ketua TP PKK Provsu Ny Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Senin (9/8/2021). Banyak hal dibicarakan, termasuk soal dukungan Gubsu dan Istri terkait kearifan lokal.

Sebagaimana diketahui, KPOTI Sumut merupakan komite yang pergerakannya membumikan serta melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional. Di antaranya egrang, terompah, egrang batok, patok lele, tarik tambang, congklak serta ribuan permainan rakyat lainnya.

“Saya merasakan kebahagiaan itu hadir dalam permainanan ini. Kebahagiaan yang kita rasakan di masa kecil hendaknya diwariskan oleh orangtua. Ditambah lagi situasi covid yang belum berakhir, ini jadi momentum penting bagi kita bersama untuk mewujudkannya,” kata Nawal Lubis usai mendengar paparan Ketua KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap.

Nawal Lubis mengingat masa kecilnya yang juga banyak diisi dengan permainan rakyat. Seperti bermain congklak dan terompah bersama teman masa kecilnya.

Baca juga:  Fitur Mobile JKN Makin Lengkap, Bisa Ubah Kelas Hingga Cek Kamar di RS

“Permainan rakyat dan olahraga tradisional ini benar-benar membentuk karakter anak. Menumbuhkembangkan sikap kerjasama serta kemandirian bagi anak-anak,” tegas Nawal Lubis.

Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak harus terus melestarikan dan membumikan permainan rakyat. Apalagi situasi sekarang semua orangtua merasa resah dengan kondisi anak yang sudah kecanduan smartphone.

Nawal Lubis pun menegaskan komitmennya memberi dukungan dan siap melilibatkan diri mensosialisasikannya ke seluruh Tim PKK yang ada di Sumut.

Di samping itu Nawal menyampaikan bahwa Gubernur Sumatera Utara juga mendorong setiap desa untuk memiliki wisata kearifan lokal.

Hal ini bisa diwujudkan bersama dengan membuat Pangkalan Olahraga Tradisional (Pangkotrad) di setiap desa wisata yang nantinya akan menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung.

Tak hanya itu, Nawal menegaskan untuk mengenalkan permainan tradisional ini kepada masyarakat, dirinya mengatakan tempat-tempat wisata perlu disediakan Pangkotrad, sehingga bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih mengenal dan menikmati permainan tradisional suatu daerah.

Baca juga:  Gubernur, Bupati dan Walikota Diminta Perhatikan Kebutuhan Sembako Masyarakat

“Pihak hotel juga bisa menyediakan permainan tradisional, di situ banyak permainan tradisional apa, bisa diperkenalkan kepada pengunjung hotel. Misalnya di Kabupaten Langkat, bisa disediakan gasing,” jelasnya.

“Saya juga akan membantu KPOTI SUMUT untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah, Dinas pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga dan dinas terkait agar tujuan mulia KPOTI SUMUT ini bisa segera terwujud dan tentunya dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Sumatera Utara,” tegas Nawal Lubis.

Sementara itu, Ketua KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap mengatakan, ada 14 Kabupaten kota yang sudah memiliki kepengurusan KPOTI dan sisanya masih proses pembentukan.

“Sumut sangat luar biasa besarnya Bunda (Nawal Lubis), kami mengalami tantangan dalam mengembangkan ini, mengajak kepengurusan baik di Labusel, Langkat dan Medan, Alhamdulilah, semua bergerak bersama, bergerak sama-sama melestarikannya,” papar Agustin.

Dalam kesempatan ini, KPOTI Sumut menobatkan Nawal Lubis sebagai Bunda Permainan Rakyat di Sumut.

Baca juga:  Kolaborasi Kemen PPPA – XL Axiata,  Program Inkubasi Sispreneur Dukung Perempuan Pelaku Usaha Mikro dalam Masa Pandemi

“Predikat ini sudah lama ingin kami sampaikan. Kami tahu Bunda Nawal sangat menaruh perhatian terhadap permainan rakyat dan olahraga tradisional,” tegas Agustin.

Menurut Agustin, kehadiran KPOTI bisa memberi manfaat yang besar untuk pengenalan permainan berbasis lokal kepada masyarakat, sehingga permainan ini bisa dilestarikan. Terkait momen HUT ke-76 Kemerdekaan RI, sesuai arahan Presiden, Agustus tahun ini menjadi bulan olahraga tradisional, berharap Sumut bisa berpartisipasi untuk memberikan nuansa kebahagian kepada masyarakat walaupun dengan konsep virtual.

“Covid-19 membuat adik-adik jenuh, untuk itu KPOTI Sumut bekerja sama dengan PKK Sumut akan melaksanakan lomba secara virtual yakni pembuatan vlog satu menit, permainan tradisonal yang dimainkan bersama keluarga dan kompetisi hias gapura. Perlombaan ini dikirim dalam bentuk video kepada KPOTI Sumut,” jelasnya. (Wiji Gatsu)

 

Komentar Facebook