Pesan Moderasi Beragama: Indonesia Negeri “Kaya”

Medan – Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia menjadi sorotan penting dalam hal moderasi Islam. Di mana moderasi beragama dapat mempersatukan dan mengembangkan sikap toleransi beragama, dikarenakan pada saat ini walaupun mayoritas agama masyarakat Indonesia adalah Islam tidak menutup kemungkinan masyarakat tersebut memiliki sifat atau sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang Muslim, perlu adanya bimbingan dan arahan pendidikan untuk memudahkan terciptanya karakter umat beragama dengan cara menciptakan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Moderasi adalah ajaran inti agama Islam. Islam moderat adalah paham keagamaan yang sangat relevan dalam konteks keberagaman dalam segala aspek, baik agama, adat istiadat, suku dan bangsa itu sendiri (Dawing, 2017, p. 231).

Islam dan umat Islam saat ini paling tidak menghadapi dua tantangan; Pertama, kecenderungan sebagian kalangan umat Islam untuk bersikap ekstrem dan ketat dalam memahami teks-teks keagamaan dan mencoba memaksakan cara tersebut di tengah masyarakat muslim, bahkan dalam beberapa hal menggunakankekerasan; Kedua, kecenderungan lain yang juga ekstrem dengan bersikap longgar dalam beragama dan tunduk pada perilaku serta pemikiran negatif yang berasal dari budaya dan peradaban lain. Dalam upayanya itu mereka mengutip teks-teks keagamaan (Al-Qur’an dan Hadis) dan karya-karya ulama klasik (turats) sebagai landasan dan kerangka pemikiran, tetapi dengan memahaminya secara tekstual dan terlepas dari konteks kesejarahan. Masalah agama merupakan hal yang sensitif di Indonesia, padahal seperti yang kita ketahui agama adalah kunci paling utama seseorang mengerjakan kebaikan ataupun membagun ukhuwah islamiah tanpa mengharapkan imbalan apapun terlebih hanya mengharapkan pahala yang diberikan oleh Allah swt. Sang Pencipta alam semesta dan juga keridhoannya.

Baca juga:  Menuju Pikada Tanjungbalai, Konflik Horizontal Harus Selesai

 

Menerapkan Nilai Moral Moderasi Beragama pada Generasi Muda di desa Kisam lestari dan Desa Perapat Sepakat

Moderasi beragama merupakan bahasa yang akrab dan popular bagi masyarakat Indonesia di belakangan ini, yang tidak terlepas dari digulirkannya program pemerintahan tentang pentingnya gerakan moderasi beragama untuk mencegah dan meluruskan paham-paham keagamaan yang dipandang ekstrim bagi masyarakat yaitu terlalu berlebihan atau menyimpang. Di antara faktor pemicu terjadinya tindakan kekerasan dan perusakan atas anama agama, yaitu karena faktor pemahaman agama yang terlalu berlebihan dan tidak komprehensif dalam memahami teks-teks keagamaan. Moderasi beragama bukan berarti bahwa mencampuradukkan kebenaran dan menghilangkan jati diri masing-masing.

Menurut penelitian saya di Desa Perapat Sepakat Kab Aceh Tenggara untuk kesadaran pemuda-pemudi dalam moderasi beragama masihlah sangat tipis, karena pemuda pemudi masih sedikit pengetahuan tentang agama, sehingga membuat mereka berfikiran tidak terlalu penting dalam masalah agama, masih banyak yang awam tentang moderasi beragama, bahkan untuk mencari tau saja kurang, karena mereka merasa bahwa pendidikan agama itu hanya penting dipelajari sampai kelas 6 SD dan dengan begitu tidak mau tau tentang semua itu, merasa tidak penting karena sudah dipelajari dari kecil sehingga hasutan demi hasutan yang jelek juga sudah meraja lela dipikiran. Sehingga membuat pemuda pemudi tersebut lalai dalam hal agama maupun ilmu pengetahuan.

Faktor yang menyebabkan terlalu minimnya nilai moral masyarakat dalam moderasi Bergama, yaitu:

Baca juga:  Recovery Bond, Jurus Jitu Redam PHK Massal?

Kurangnya ilmu pengetahuan

Dengan kurangnya pengetahuan terutama tentang etika dan nilai moral sangat berpengaruh terhadap kurangnya nilai-nilai dalam keagaaman, karena dengan tidak adanya pengetahuan masyarakat banyak yang terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik, apalagi dari mulut ke mulut.

Faktor lingkungan

Hal ini juga menjadi salah satu penyebab tentang nilai moral, karena jika lingkungan sekitar menerapkan nilai yang kuarang baik maka kita sebagai tetangga atau warga sekitar akan ikut terpengaruh.

Kurangnya rasa ingin tahu

Yang saya perhatikan rasa ingin tahu dari pemuda pemudi di desa kisam lestari masih terlalu minim tentang moderasi keagamaan, padahal itu merupakan hal yang sangat penting agar kehidupan para generasi penerus tidak akan terjerumus ke jalan yang tidak baik.

Faktor salah pergaulan

Hal ini juga menjadi faktor yang paling utama, karena jika salah pergaulan maka akan terjerumus kejalan yang buruk, dengan salah nya pergaulan banyak generasi penerus yang gagal, padahal generasi penerus sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia, tetapi yang perhatikan di desa kisam lestari ini, masih banyak para pemuda yang salah pergaulan yaitu, menggunakan narkotika, berganja, menjadi Bandar sabu dan mabu-mabukan. Pengaruh yang tidak baik dari teman, tetangga dan lingkungan sekitar yang masih jauh dalam menanamkan nilai moral dan moderasi beragama.

Dan solusi yang dapat berikan mengenai permasalahan yang terjadi Untuk memperkuat dan bisa menanamkan nilai moral pemuda pemudi di desa kisam lestari yaitu:

Membuat kegiatan beragama yang dapat melibatkan pemuda pemudi di desa Kisam Lestari, seperti membuat kelompok remaja mesjid, membuat yasinan setiap minggunya bagi pemuda pemudi desa kisam lestari

Baca juga:  Kampanye di Asahan, Djarot: Djoss Siap Jadi Pelayan dan Pembantu Masyarakat

Belajar bersama-sama. Belajar bersama mengenai keagamaan atau membuka kegiatan pengajian setiap malamnya setelah maghrib bersama remaja yang ada didesa kisam lestari, agar mereka tidak hanya terfokus untuk kegiatan yang tidak berguna.

Kebersamaan. Dengan kebersamaan juga bisa membuat pemuda pemudi berdampak positif, karena mereka bisa membuat kegiatan yang bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar, seperti bergotong royong, dan mengadakan maulid Nabi atau kegiatan lainnya yang berbentuk keagamaan.

Stop Narkotika. Dengan berhentinya narkotika disetiap daerah terutama didesa kisam lestari, maka bisa memberikan nilai yang sangat positif bagi generasi penerus dimasa depan, dan pastinya bisa menanamkan nilai-nilai positif yang terkandungnya.

Untuk memperkuat moderasi beragama pemuda pemudi di desa perapat sepakat serta mempengaruhinya kita bisa melakukan hal sebagai berikut:

Membuat kegiatan beragama yang melibatkan pemuda pemudi. Kegiatan itu bisa berupa, mengadakan isra’ mikraj nabi yang akan diadakan dimesjid yang mengikut sertakan pemuda pemudi didesa tersebut.

Membentuk remaja mesjid. Membuat organisasi desa remaja mesjid yang melibatkan kepala desa, masyarakat berserta perangkat yang lain ikut berpartisipasi agar membangun semangat pemuda pemudi yang akan berpartisipasi.

Belajar bersama-sama. Belajar mengenai agama bersama pemuda pemudi agar mendapatkan ilmu pengetahuan tentang moderasi beragama.

Penyuluhan anti narkoba. Dengan membuat penyuluhan anti narkoba yang akan dihadiri oleh pemuda pemudi untuk mendapatkan ilmu tentang penyalahan narkoba

Komentar Facebook