Bangun Kepercayaan Diri Anak di Era Teknologi Informasi Melalui Pembentukan Komunitas Dongeng, Dosen Penmas Unimed Gelar Pengabdian Masyarakat

Deli Serdang – Dosen Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan melakukan pengabdian kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang pada 11 Agustus 2021. Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya dan membangun kepercayaan diri anak-anak melalui pembentukan komunitas dongeng. Karakter generasi muda tidak cukup hanya dibentuk melalui pendidikan formal namun juga lewat pendidikan informal dan non-formal seperti kegiatan mendongeng. Pembentukan Komunitas Dongeng ini dilaksanakan mulai dari sosialisasi progam, latihan bercerita, hingga terbentuk karakter positif dalam diri anak-anak didik serta memiliki kepercayaan diri untuk tampil mendongeng. Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan dengan melibatkan sivitas akademika dari jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan ini memberikan pengetahuan kepada anak-anak di PKBM Laskar Pelangi, kelurahan Percut Sei Tuan mengenai pentingnya melestarikan dongeng sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan karakter dan kepercayaan diri anak.

Baca juga:  Bobby Nasution Dukung Rahayu Pratiwi Wakili Sumut di Putri Hijab 2020

Dalam sambutannya, Fauzi Kurniawan,S.Psi,M.Psi meresmikan Komunitas Dongeng “Sahabat Pelangi” yang diadakan pada Rabu kemarin (11/8) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Laskar Pelangi, Dosen Jurusan Pendidikan Masyarakat sekaligus ketua program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam pembentukan komunitas tersebut, mengungkapkan bahwa, ”perubahan zaman yang semakin canggih, ditambah dengan situasi pandemi virus Corona memaksa kita semua untuk selalu menggunakan gadget dan terkoneksi dengan internet, tidak terkecuali anak-anak.

Mereka terhubung dengan dunia dan arus informasi yang tak terhingga, namun dengan lingkungan nyata yang terbatas. Hal ini akan berdampak pada tergerusnya nilai-nilai budaya lokal pada diri anak dan bahkan menggerus karakter pribadi anak itu sendiri. Sehingga kami termotivasi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk membentuk komunitas dongeng.

Baca juga:  Mahasiswa dan Korma Preneur Bantu Korban Kebakaran di Martubung

Melalui komunitas dongeng, untuk mengatasi dampak internet terhadap anak-anak sekolah dasar, guru dapat berlatih mendongeng untuk menciptakan situasi mengajar nyata dalam mempromosikan karakter yang baik. Melalui kegiatan mendongeng, anak dapat mempelajari berbagai karakter dari cerita rakyat dan menciptakan karakter dalam cerita/dongeng sebagai model peran. Dengan dongeng nilai-nilai budaya lokal akan semakin dikenal, karena didalam dongeng terdapat berbagai fenomena budaya masyarakat seperti Keong Mas, Legenda Danau Toba, Timun Mas, Kancil dan Buaya, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Bantuan Tahap Pertama, Badko HMI Sumut Salurkan 2 Ton Sembako dan Ribuan Masker

Dongeng memiliki arti tersendiri dalam menanamkan sikap, perilaku, dan kepercayaan diri pada anak. Ada makna yang luhur, sejarah, nilai agama, alam, norma, dan etika. Salah satu upaya dalam mempertahankan Dongeng yang hampir punah sekarang ini adalah dengan membentuk komunitas dongeng untuk memunculkan kembali kegiatan mendongeng yang bisa menghubungkan tradisi antara waktu lampau dengan sekarang dan masa depan.

Diharapkan dengan dibentuknya komunitas dongeng ini dapat berkontribusi bagi masyarakat terutama bagi generasi muda untuk tetap melestarikan nilai-nilai luhur dan kebudayaan lokal serta membentuk karakter anak dan kepercayaan diri mereka demi mewujudkan generasi emas Indonesia.(Ari)

Komentar Facebook