Forum Pemuda Labura Minta Bupati Maksimalkan Strategi Pengendalian Covid-19

Labura – Koordinator Presidium Forum Pemuda Labura Salman Alfarisi S.M meminta kepada Pemkab Labura untuk terus memperkuat penerapan strategi pengendalian Covid-19, untuk menjamin kesehatan masyarakat. Dengan begitu, aktivitas perekonomian warga di Tanah Basimpul Kuat Babontuk Elok akan terus tumbuh, setelah terpukul akibat Pandemi virus corona.

Hal tersebut disampaikan salman saat memimpin rapat dengan 8 Koordinator kecamatan Forum Pemuda Labura, Selasa (31/8/2021).

“Dengan kesehatan masyarakat yang terjaga maka pertumbuhan ekonomi di labura juga akan semakin tumbuh dan UMKM berkembang,” kata Salman dalam pengarahannya.

Baca juga:  Curangi Perusahaan Hingga 120 Juta, Pengemudi Taksi Online Ditangkap

Ditengah pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia sudah mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Demikian juga dengan perekonomian labura yang mulai tumbuh.

Salman memaparkan, strategi pengendalian Covid-19 dibagi menjadi tiga. Yaitu, protokol kesehatan (prokes) ketat dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Kemudian, memperkuat 3T (Tracing, Testing dan Treatment). Dan yang terakhir, percepatan program vaksinasi massal.

Selain memperkuat strategi tersebut, Mahasiswa Pascasarjana UINSU ini juga meminta Pemkab Labura untuk memaksimalkan kebijakan penyekatan. Mulai dari penyekatan dan pembatasan mobilitas dan aktifitas masyarakat.

Baca juga:  Naik, Sumbangsih Pertamina Untuk PAD Sumut

“Mengintensifkan Penyekatan antar-kabupaten melalui pos check point antar kabupaten dan terminal” ujar Alumnus UMN Al Washliyah itu.

Disisi lain, Salman juga berharap kepada Pemkab Labura untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemuda menggunakan pendekatan adat melalui para pemuka adat dan tokoh pemuda untuk mengajak warga yang terpapar virus corona, mau di karantina di Isolasi Terpusat atau mandiri. Menurut Salman, tingkat kesembuhan di Isoter lebih tinggi karena ditunjang fasilitas dan diawasi penuh serta langsung oleh tenaga kesehatan (nakes).

Baca juga:  Setelah 19 Tahun, HMI Cabang Siantar- Simalungun Kembali Latih Kader 2

“Upaya menggeser isoman ke isoter perlu dilakukan secara maksimal dengan bantuan Pemerintah kabupaten (Pemkab), seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda. Serta perlu penjelasan secara baik dengan menyesuaikan adat istiadat setempat yang dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat ketika akan mengajak ke isoter,” papar Salman.

Dengan segala upaya, keseriusan, kerjasama dengan seluruh elemen, dan langkah Extraordinary, menurut Salman, kesehatan masyarakat dapat terjamin, sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan seiring dengan pelonggaran-pelonggaran yang diberikan.(Ari) 

Komentar Facebook