Kadisbudpar Lepas Keberangkatan Tim Pangkotrad KPOTI Sumut

Medan- Pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional (Pangkotrad) di Sumatera Utara secara resmi dimulai. Pemprov Sumut melalui Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Zumri Sulthony SSos MSi CHE pun menilai, Pangkotrad bisa berbicara banyak di kancah internasional.

“Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sumatera Utara sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah KPOTI Sumut mewujudkan Pangkotrad di 5 zona kabupaten/kota di Sumut,” kata Zumri saat pelepasan Tim Pangkotrad KPOTI Sumut, Rabu (29/9/2021) di Kantor Disbudpar Sumut.

Hadir dalam pelepasan itu Ketua Umum KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap didampingi Sekretaris Fahri Anantha Pane serta Kabid Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Sumut Helidawati SE MAP dan Kasi Perfileman dan Ekonomi Kreatif Suprianto SSos MAP.

Baca juga:  Sekolah Tatap Muka Butuh Peran Ahli Kesehatan Masyarakat

Dikatakan Zumri, Pangkotrad merupakan salahsatu wujud dari pemajuan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Sumatra Utara.

“Pangkotrad memiliki daya jual yang tinggi baik di kancah nasional maupun internasional. Karena apa, Pangkotrad ini akan mendongkrak nilai-nilai kearifan dan perekonomian lokal sehingga mampu menjadi pertahanan budaya kita,” kata Zumri didampingi

Sementara itu Ketua Umum KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap menjelaskan pihaknya melakukan pembentukan Pangkotrad di 5 zona. Yakni Kabupaten Langkat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Toba dan Kabupaten Deliserdang.

“Dalam pembentukan Pangkotrad ini kita mengutus 15 orang sebagai instruktur dan dihadiri langsung oleh tiap-tiap utusan dari masing-masing desa di 5 zona kabupaten/kota di Sumut,” kata Agustin.

Baca juga:  Pertamina Disinfektasi 50 Sarana Produksi dan Fasilitas Umum

Agustin yakin pembentukan Pangkotrad dapat memberikan solusi baru agar permainan rakyat dan olahraga tradisional tetap terjaga dan terus dilestarikan sampai ke tingkat desa.

“Sekaligus menggali kembali permainan yang khas dari masing-masing daerah sampai ke 33 kabupaten kota di Sumut,” tukasnya.

Untuk lebih memahaminya, berikut data dan fakta terkait Pangkotrad:

-Pangkotrad merupakan singkatan dari Pangkalan Olahraga Tradisional yang menjadi bagian dari Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI)

-Di Provinsi Sumut, Pangkotrad diinisiasi pertama kali oleh Pengurus KPOTI Sumut

-Pangkotrad punya 3 tiga ruang lingkup. Yakni Pangkotrad Sekolah yang berkedudukan di tiap sekolah, Pangkotrad Desa yang berkedudukan di tiap desa serta Pangkotrad wisata yang ada di tiap-tiap daerah tujuan wisata

Baca juga:  APRDI Minta Masyarakat Tak Hilangkan Kepercayaan pada Pasar Modal

-Kegiatan yang ada dalam Pangkotrad ini yakni memainkan permainan rakyat dan olahraga tradisional seperti egrang, terompah, egrang batok, patok lele, tarik tambang, rangku alu dan ribuan permainan rakyat lainnya khas Sumut.

-Pangkotrad juga menjadi garda terdepan dalam pertahanan budaya yang dalam aktivitasnya turut menggali, mendata, menggali, memasalkan, melestarikan dan membumikan permainan rakyat & olahraga tradisional.

-Pangkotrad membantu pemerintahan desa dalam melakukan pendataan dan pengembangan kearifan lokal

-Pangkotrad menjadi central bermain anak-anak dengan permainan rakyat & olahraga tradisional sehingga tidak melulu bermain gadget atau smartphone. (Wiji Gatsu)

Komentar Facebook