Sebut Konferensi Siluman, Pernyataan HIMMAH Sumut Tuai Kecaman

Medan- Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara sedang dalam sorotan. Hal itu terkait pernyataan yang menyebut ada konferensi siluman dilakukan HIMMAH Medan.

Sebagaimana diketahui, pada 28 Oktober 2022 lalu diselenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) HIMMAH Medan. Dalam konferensi itu terpilih Idris Sarumpaet secara aklamasi (foto).

Namun kondisi itu dibantah HIMMAH Sumut. Melalui Sekretaris Zainuddin Siregar, HIMMAH Sumut menegaskan hanya mengakui HIMMAH Medan di bawah kepemimpinan Amir Hamzah Hasibuan serta menyebut Konfercab tersebut sebagai konferensi siluman.

Baca juga:  Pakar Hukum Sebut Pernyataan Politis Haris Pertama Tidak Memenuhi Unsur Pidana

“Kami punya penilaian juga. HIMMAH Medan lebih berkualitas di bawah kepempinan Idris Sarumpaet,” kata kader HIMMAH Komisariat UNIMED, NR Tambunan, Minggu (30/10/2022) di Medan.

NR Tambunan menilai pernyataan HIMMAH Sumut justeru mendegradasi kualitas HIMMAH sendiri.

“Menyebut konferensi siluman justeru seperti meludah ke atas mengenai wajah sendiri. Kalau Konfercab 28 Oktober 2022 dianggap ilegal, ayo diskusikan biar kita pedomani aturan organisasi,” kata Tambunan.

Baca juga:  Syawal Siregar Pimpin Sub Rayon AMPI Petisah Tengah

Terpisah, kader HIMMAH Komisariat UIN Sumut Topan Simatupang menilai pernyataan oknum HIMMAH Sumut tersebut terkesan temperamental.

“Pernyataan pecat memecat yang dilontarkan oknum HIMMAH Sumut justeru kami sayangkan. Kami berHIMMAH diajarkan untuk cerdas dan berkualitas,” ungkap Topan.

Bagi Topan, dirinya dan HIMMAH Medan di bawah kepemimpinan Idris Sarumpaet saat ini fokus pada pengembangan kualitas HIMMAH Medan ke depan.

Baca juga:  Ramai-Ramai Hijrah Dari Partai Golkar Sumut

Terpisah, Ketum HIMMAH Medan 2022-2024 Idris Sarumpaet dikonfirmasi soal pernyataan HIMMAH Sumut itu, mengaku tengah fokus pada pengembangan kualitas organisasi HIMMAH Medan.

“Kalau ada yglang dianggap Ilegal marilah kita rapikan agar HIMMAH Medan ini berkembang. Jangan diikutkan nafsu semata tapi tak ada perbaikan di tubuh organisasi,” kata Idris. RA

 

Komentar Facebook